Terkait penerapan sistem pemutihan kepada para pejabat publik yang merugikan masyarakat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyarankan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meniru mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Balai Kota, Jakarta, Rabu (3/12/2013). "Presiden harusnya meniru Nelson Mandela. Ketika pejabat salah, harus berani berikan amnesti. Ya sudah pemutihan saja. Setop saja, supaya semua bersih," katanya.
Dirinya menilai bahwa jika yang menjadi pimpinan adalah orang baru, sementara bawahannya adalah orang lama yang sebelumnya sudah membuat kesalahan, tidak akan berpengaruh pada peningkatan kualitas pelayanan. "Misalnya lurah camat hasil lelang enggak begitu baik. Lurah baik, tapi sekretaris atau bendaharanya sama seperti yang lama kan tetap saja akan tidak baik," terangnya.
Selain itu Ahok berharap agar para pejabat Pemprov DKI tak diperas oleh pejabat yang lebih dulu berkuasa. "Kalau dia ngancam mau penjarain kita, kita ramai-ramai lawan. Kamu harus buktikan semua kamu lebih baik. Jangan sampai diperas masa lalu," ucapnya.
Setiap kebijakan dalam melakukan penertiban bagi pejabat publik yang dianggap baik dan berhasil harus dicontoh untuk dilakukan secara simultan dan transparan agar kerugain tidak terus menerus menggerogori negara.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”